Merasa Terancam, Warga Demo Minta Ijin Pengeboran Lapindo Dibatalkan

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Aktivitas pengeboran yang direncanakan oleh PT Lapindo Brantas di Desa Blimbing dan Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang membuat warga setempat terancam dan mengadukan nasibnya ke pemerintah. 

Sebanyak ratusan warga yang tergabung dalam wadah Forum Warga Peduli Lingkungan dan Agraria (FORPALA) bersama organisasi pendamping Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya, Rabu (10/5/2018) mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang untuk mendesak pemerintah mencabut ijin lingkungan dari rencana aktivitas tambang gas PT Lapindo Brantas. 

"Masyarakat khawatir jika aktivitas pengeboran PT Lapindo Brantas berdampak pada lingkungan sekitar mereka. Warga terancam, karena belajar dari pengalaman pengeboran di Sidoarjo, " ungkap Nurul Chakim Koordinator Aksi kepada media. 

Menurut Chakim, saat ini PT Lapindo Brantas sudah mengantongi ijin Lingkungan No.188.4.45/128/145.10.3.4/2018 yang terbit seakan dipaksakan, pasalnya ada sejumlah warga yang tidak dilibatkan dalam proses tahapan sosialisasi sebagai syarat diterbitkannya ijin itu. 

Berdasar pantauan wartajatim massa aksi setelah menajalankan mimbar orasi, kemudian diterima masuk kedalam salah satu ruangan Pemkab Jombang. Massa bertemu Pj. Sekda Kabupaten Jombang Drs. Eksan Gunajati, M.SI dan menyampaikan sejumlah keluhan. 

"Saya akan menampung aspirasi rakyat di dua desa tersebut yang menyampaikan pengkajian ulang ijin pengeboran PT Lapindo Brantas, " urai Eksan. 

Selain itu, pihak Pemkab juga menghadirkan pihak perwakilan PT Lapindo Brantas yang dihadiri oleh Arief Sitiowidodo selaku Manajer dan pihak Dinas Lingkungan Hidup. Hadir juga dalam audiensi Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto. 

Arief Sitiowidodo selaku Manajer PT Lapindo Brantas mengatakan akan memberikan sosialisasi sekalian diskusi setelah dilakukan mediasi tersebut. 

"Karena kegiatan ini mendadak jadi dari pihak Lapindo saat ini belum bisa memberikan penjelasan yang detail. Kami juga tidak ingin proyek nasional ini dilakukan sembunyi-sembunyi," katanya. (*)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita