Perkosa Gadis Belia, Tujuh Pemuda Ngoro Berurusan Dengan Polres Jombang

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Seorang gadis belia, sebut saja bunga (14) tahun, pelajar asal desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Jombang telah menjadi korban nafsu liar lima orang pemuda belum beristri. 

Di Area persawahan nafsu liar dilakukan lima orang pemuda, yakni OYV (17) tahun, pengangguran asal Desa Kutorejo, Kecamatan Ngoro, MFH (18) tahun asal Dusun Godong, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, serta MZA (16) tahun, SHM (15) tahun dan RR (15) tahun, ketiganya asal Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Jombang.

"Telah diamankan tujuh orang pemuda yang menjadi pelaku tindakan perkosaan. Ketujuhnya melakukan tindakan itu sesaat setelah menjalankan pesta miras bersama belasan pemuda lainnya, " ungkap Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto, Kamis (26/4/2018) saat jumpa pers di Mapolres.

Lebih lanjut Kapolres menguraikan kejadian berawal saat sekitar dua belas orang pemuda menggelar pesta minuman keras dalam rangka merayakan ulang tahun salah satu tersangka pada hari Sabtu 21 April 2018, malam. Namun, sebelum itu sudah punya niat buruk untuk pesta miras mengajak beberapa orang perempuan, dan salah satunya korban. 

Saat berada di TKP area persawahan korban terlebih dahulu dicekoki miras, karena tidak biasa minum, korban akhirnya berpura-pura minum karena merasa ketakutan. Oleh tersangka MZA korban diajak berhubungan badan, tapi tidak mau. Tapi, niat busuk tersangka tidak bisa dibendung, yang pada akhirnya menggeret korban ke area persawahan dekat kebun tebu berjarah 6 meter dari tempat menenggak miras.

Dalam keadaan pasrah karena ancaman, korban disekap kedua tangannya dengan kondisi terlentang oleh para tersangka. Selanjutnya, tersangka lain menjalankan aksi menelanjangi korban dan menghujami alat kelamin korban secara bergantian tanpa belas kasihan. 

"Secara bergantian korban disetubuhi oleh para tersangka dibawah ancaman akan diperlakukan secara kasar, " ungkap Kapolres. 

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setya Budi menyatakan tindakan cabul para tersangka akan dijerat dengan pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 junto pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Pasal pencabulan dan persetubuhan kepada anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima belas tahun," pungkas Kasat Reskrim Gatot. (di/kla)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita