Tahunan Beroperasi, Sedotan Pasir Kali Brantas Jatikalen Diduga Sebabkan Abrasi

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Berjalan tahunan, sedotan pasir di aliran sungai brantas, tepatnya di Desa Munung, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk terus saja dipersoal warga. Selain akibatkan pendangkalan bagian pinggir sungai, sejumlah tebing juga mengalami longsor. 

Darmaji (50) tahun warga Desa setempat mengatakan resah dengan aktivitas sedotan pasir dibantaran Sungai Brantas. Tebing mengalami longsor karena adanya pendalaman pada bagian tengah sungai. Sudah sering warga protes, tapi masih saja aktivitas penyedotan pasir sungai menggunakan mesin diesel dan prahu itu tetap saja berjalan. 

"Sampun ditegur, geh ngoten niku tasek mlampah mawon. Bade laporan kaleh sinten, (sudah ditegur, tapi kayak gitu, masih saja berjalan. Akan dilaporkan ke siapa, red), " ungkap petani cabe dilahan milik Dinas Pengairan itu, Rabu (23/5/2018)

Ateng, petani lain di lahan sebelah timur Sungai Brantas mengatakan resah dengan kegiatan sedotan pasir Sungai Brantas itu. Bahkan dirinya acapkali menegur langsung dengan teriakan bahkan mengarahkan senapan angin ke perahu penyedot pasir. 

"Resah mas, sudah seringkali diprotes. Bahkan sudah dilaporkan juga ke aparat, bahkan saya pakai senapan angin untuk mengusir mereka, " ungkap petani semangka dan cabe.

Lebih lanjut dirinya juga menceritakan kalau dua minggu sebelumnya ada perahu sedotan pasir yang ditenggelamkan oleh warga Desa Begendeng, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk karena tidak mengindahkan peringatan dari warga. 

Sugeng Dono Prasodjo, Camat Jatikalen tidak menampik adanya aktivitas sedotan pasir di Desa Munung yang berbatasan dengan wilayah Jombang. Terkait perijinannya karena lokasi diantara dua Kabupaten pastinya ijin diterbitkan oleh gubernur, namun sampai detik ini Camat belum pernah mendapatkan undangan atau pemberitahuan terkait aktivitas galian pasir itu. 

"Tambang di Munung karena wilayah Jombang dan Nganjuk, yang pas memberikan ijin Gubernur. Selama setahun kita belum pernah mendapatkan pemberitahuan terkait penanganan aktivitas itu, " ungkap Camat. 

Lebih lanjut kata Camat mengenai keluhan dari warga sudah ada, secara resmi sudah masuk laporan dari 4 RT yang berdampak. Meskipun murut pengamatan kami belum begitu kelihatan dampaknya. 

Pantauan wartajatim.com dilapangan ada dua buah perahu dilengkapi dengan mesin diesel penggerak dan diesel penyedot serta ada pipa selang dikaitkan pada bambu panjang untuk menjangkau dasar sungai. Sejumlah orang sekitar dengan sigap memindahkan pasir yang usai dinaikkan ketempat penampungan dalam perahu. 

Jika muatan pasir sudah penuh dalam perahu, perahu angkut akan memindahkan pasir ke tempat penampungan dipinggir sungai dengan mesin. Lokasi penampungan berada di jembatan perbatasan Desa Munung, Kecamatan Jatikalen dengan Kecamatan Pelandaan, Kabupaten Jombang. (di/kla)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita